"Soal selingkuh sih tergantung perempuannya"

Itulah sepenggal ucapan dari seorang teman
yang gue pikir pandangannya lumayan terbuka
waktu kami memperbincangkan perselingkuhan

Heran ya, orang segaul dia yang kerja di LSM internasional
yang isunya nyangkut dunia perempuan biarpun gak banyak
masih bisa melontarkan pernyataan
yang buat gue diskriminatif banget

Apa perempuan harus selalu disalahkan?
Penggalan kalimat di judul diatas dilanjutkan dengan
"Perselingkuhan itu tidak akan terjadi kalau perempuannya menolak"
Jadi, kalo ada laki-laki ngajak selingkuh dan perempuan nerima, itu salahnya perempuan
Kalo ada perempuan ngajak laki selingkuh, tetap perempuannya yang disalahkan kan?
Bayangin deh,         


Laki-laki selingkuh, si so-called "wanita ketiga" yang disalahkan
Perempuan yang dirumah alias istri juga disalahkan karena gak mampu membuat suami betah (padahal belom tentu gitu)
Perempuan pake baju seksi dibilang porno aksi padahal laki-laki yang gak bisa jaga otak supaya gak ngeres
Ada anak sering sakit, perempuan disalahkan dibilang gak bisa jadi ibu yang baik karena sibuk kerja di luaran (emangnya bikin anak bisa tanpa laki ya? berarti kan laki tanggung jawab juga)
Perempuan setelah nikah "wajib" tinggal lebih banyak di rumah ngurus rumah tangganya
Laki? Bebas aja tuh kemana mereka mau
Jadi perempuan tuh apa sih? Warga negara kelas berapa?
(eh kayanya ngelantur dari topik selingkuh nih hehehehe....)


Eniwei, bukan cuma salah perempuan kalo terjadi perselingkuhan
Kenapa gak laki-lakinya disalahkan?
Kenapa harus perempuan yang TAHAN DIRI gak menyambut ajakan selingkuh
instead of laki-laki yang menahan diri supaya gak ngajak selingkuh
Terus terang aja, gue sedih banget waktu denger dia ngomong gitu
Sediiiiiihhhhhhhhhh banget
Ternyata.... perempuan pun masih sering menyalahkan kaumnya
Mencoba menjadi yang paling benar atau mencari pembenaran sih?

0 komentar:

Posting Komentar