*taken from my FB notes*
Inilah gw dengan segala kecerewatan dan keluhan gw mulai kembali beraksi. Mohon pengertian bagi yang membacanya.
Begini ceritanya. Teman-teman dekat gw mungkin seringkali mendengar gw begitu mencintai Papua. Alhamdulillah sampai dengan perjalanan yang lalu, total sudah 7 kali gw ke Papua. Tuhan memang baik, permintaan gw untuk bisa menginjakkan kaki di Papua dikabulkan, bahkan diulang sampai berkali-kali. Biarpun gw merasa gak sanggup kalau harus hidup di Papua untuk lebih dari 3 minggu, gw tetap jatuh cinta pada keindahan alamnya, kepolosan penghuninya, kejujuran mereka, dan banyak lagi.
Dari 7 kali perjalanan ke Papua, 6 kali gw lakukan dengan menaiki maskapai penerbangan nasional yang biasanya pesawatnya berbadan putih dengan sayap berwarna biru memakai nama sebuah burung perkasa dengan rute Jakarta-Makassar-Jayapura pp atau Jakarta-Menado dan disambung dengan pesawat lain sesuai kebutuhan ke daerah mana. Kebetulan baru satu kali ini gw harus pulang naik maskapai yang pesawatnya juga berbadan putih dengan tulisan berwarna merah menyala menyebutkan nama perusahaan yang dalam bahasa Indonesia berarti raja hutan. Maskapai yang pertama, tidak diragukan lagi selalu memberikan pelayanan yang terbaik jika dibandingkan dengan yang lain. Maskapai yang kedua, mmm.... gw gak keberatan untuk naik kok tapi kalau masih bisa dihindari ya dihindari :)
Hari itu kami melakukan perjalanan bertiga, satu perempuan tukang ngakak, satu laki-laki jawa kalem tapi kalo ngomong bisa bikin si perempuan ngakak sampai nangis, dan seorang Inggris berkewarganegaraan Australia yang dari jauh nampak seperti Sinterklas dan hobi tertawa lepas, duduk sejajar sambil berkelakar dan tertawa terbahak-bahak menunggu waktu lepas landas. Seperti biasa, sebelum lepas landas, petugas pesawat (purser) akan membuat pengumuman persiapan keberangkatan. Biasanya gw lumayan hafal kata-katanya, tetapi kali ini ada yang cukup berbeda dan mengejutkan. Begini kata-katanya:
"....................................... (kata-kata yang biasa). (lanjut...) Sebelum keberangkatan kami peringatkan bahwa Bandara Sentani Jayapura adalah salah satu bandara dengan landasan terburuk sehingga kita akan mengalami perjalanan menuju lepas landas yang tidak mulus seperti mengendarai kuda......."
Waktu mendengar itu gw dan teman yang orang Jawa ini langsung berpandang-pandangan. WTF?? Tetapi kemudian kami tertawa kencang. Sepertinya tidak banyak orang yang menyadari apa yang diucapkan sang purser. Untuk mencoba meyakinkan diri, gw tanya "Mas, bener kan dia ngomong kaya naik kuda? Kok ngenyek yak?" Teman ini menjawab, "Iya bener kok Yan" Gw langsung mikir, masa iya sih dia sebutin kata "terburuk"? Sampai tiba waktunya pengumuman diulang dalam bahasa Inggris.
"..........................As we may need to inform you that Sentani Airport of Jayapura is one of the WORST airports and we would taxi to the take off position like riding a horse........."
Si bule sebelah gw langsung ngakak kenceng banget. Mind you, bahasa Indonesia dia lancar jadi di awal pengumuman tadi dia sebenarnya udah ngerti tapi masih belum yakin. Begitu dia dengar kalimat "...riding a horse" ketawanya gak bisa ditahan lagi, sampai dia tepuk tangan. Gw pun ikut ngakak, tapi ngakak bete.
Menurut gw, untuk perusahaan maskapai sebesar si raja hutan ini, bisa lah mereka mengeluarkan uang untuk mengemas kata-kata yang disampaikan awak kabin kepada penumpang. Yang diungkapkan memang jujur, kami memang merasa seperti naik kuda waktu menuju ke posisi lepas landas (dan kami ngakak lagi karena merasakan hal yang benar disampaikan) tetapi apa tidak ada cara lain untuk menyampaikan ketimbang harus mengucapkan "seperti naik kuda"?
Sepertinya tidak kedengaran profesional ya kata-kata yang mereka pakai.
Di luar dari itu, banyak penumpang pesawat yang berasal dari negara lain. Bayangkan apa yang ada di pikiran mereka saat sebuah masakapai besar "menghina" bandara tersebut dengan cara yang menurut gw sangat bodoh dan hanya dikarenakan mereka ambil gampang sehingga tidak serius meminta seseorang untuk mengemas pemilihan kata-katanya.
I wish ada orang yang mau hire gw sebagai image consultant maskapai itu. Sumpah gw akan rombak dari customer service sampai tatanan rambut awak kabin dan gaya mereka yang sok malas-malasan itu. Tapi satu hal yang paling penting gw lakukan adalah: rubah kata-kata penghinaan itu!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar