Kadang ada saatnya dimana kita harus pergi mengunjungi teman atau saudara. Dalam adat istiadat Indonesia, biasanya saat berkunjung kita akan membawa buah tangan; paling tidak gue masih mencoba melakukan ini sebisa mungkin. Cara paling mudah adalah mampir ke toko kue atau toko buah terdekat, dan beli sesuatu yang layak untuk dibawa. Cara lain adalah menyempatkan diri membuat kudapan cepat saji yang bisa siap dalam waktu beberapa jam saja.
Salah satu kudapan paling mudah dibuat untuk gue adalah Panacotta. Saking mudahnya gue sering bilang, "Sambil merem juga makanan ini bisa jadi". Males masak? Ya udah, ke toko kue aja, gak masalah :) Mau coba sesuatu yang beda dengan membuatkan sendiri makanan untuk dibawa? Yuk coba effortless puding ini :D (Resep ini banyak banget beredar di internet, saking banyaknya, gue cuma ingat-ingat dan menggabungkan beberapa cara pembuatan)
Bahan:
1 liter whipcream cair, dairy (merek yg biasa gue pakai: elle vierre, greenfields, anchor)
4 sdm gelatin bubuk halal
60 gram gula kastor (gula pasir juga gak papa)
vanilla extract
Cara buat:
Panaskan whipcream di atas api sampai panas tapi tidak mendidih. Masukkan gula, aduk sampai rata.
Campurkan 10 sdm air matang ke gelatin, aduk-aduk sampai kental. Diamkan satu dua menit
Tuang sedikit cairan whipcream panas ke dalam gelatin, aduk-aduk sampai tercampur, tuang ke dalam panci whipcream, aduk rata
Masukkan vanilla extract sesuai selera. Aduk rata, siap dicetak.
Adonan Panacotta harus dimasukkan kulkas minimal 3 jam agar "set"
Panacotta ini rasanya agak "mblenger" karena dibuat dari whipcream murni. Ada pilihan dengan mencampurkan susu segar dengan perbandingan 1:1 agar mengurangi kekentalan cairan. Panacotta selalu dimakan dengan sauce buah-buahan yang cenderung agak asam agar tidak terlalu "mblenger" itu tadi. Buat sauce-nya gampang. Pilih aja buahnya (strawberry, blueberry, mangga, belimbing, atau apapun), tapi saran gue sih yang kadar asamnya agak tinggi. Potong kecil-kecil buah itu (100gram), masukkan ke panci datar atau apa lah terserah, tuang gula kastor/pasir sesuai selera (biasanya gue 50 gram aja biar asam) dan air 50ml. Panaskan di atas api, aduk-aduk terus sampai cairan buah keluar dan gula mengental. Angkat, dan siap disajikan.
PS: Untuk hantaran, biasanya gue cetak di cetakan aluminium ukuran tidak terlalu besar. Sausnya dipisah. Nanti si penerima bisa tinggal keluarkan Panacotta dari cetakan, diiris tipis, kemudian dituangi saus
*dan gue pun ngences*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar